Buku ini mengajak pembaca merenungi kembali perjalanan spiritual dan sosial manusia. Emha Ainun Nadjib mempertanyakan apakah manusia selalu "salah baca" sejak zaman Adam dan Hawa hingga saat ini. Melalui tokoh Markesot, pembaca diajak untuk belajar mengkaji (iqra') berbagai fenomena kehidupan sehari-hari, di tengah realita masyarakat yang kerap terjebak dalam kebencian, hoaks, dan kesempitan be…
Melalui tulisannya ini, kita akan melihat sosok Cak Nun yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tentu saja beralasan, karena Cak Nun selama lebih 20 tahun berkeliling Nusantara untuk berjumpa dengan berbagai forum rakyat dan segmen sosial. Seperti golongan politik, etnik, dan agama. Berjumpa dengan buruh pencuri kayu hutan, pelacur, kumpulan preman aktif, kaum buruh, santri, maha…
Setelah beberapa kali menyelenggarakan perkumpulan pengajian yang membahas mengenai tafsir Al-Quran, Markesot mulai dibicarakan orang-orang. Mereka bertanya-tanya mengenai latar belakang ilmu agama yang dimiliki Markesot. Dia selama ini tidak dikenal sebagai ulama, ustaz, ataupun lulusan pesantren. Lalu bagaimana bisa dia mengajak anak-anak muda untuk mendiskusikan makna ayat-ayat Al-Quran? Sem…
Di negeri kami ini, umatmu berjumlah paling banyak dari penduduknya. Di negeri ini, kami punya Muhammadiyah, punya NU, Persis, punya ulama-ulama dan MUI, ICMI, punya bank, punya HMI, PMII, IMM, Anshor, Pemuda Muham madiyah, IPM, PII, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah, kelompok- kelompok studi Islam intensif, yayasan-yayasan, mubalig-mubalig, budayawan, seniman, cendekiawan, dan apa saja.Yang…